s p a s i
di spasi ini di antara jarak jeda yang timbul tenggelam makna kosong terlahir kembali aksara-aksara bertebaran titik-titik berguguran meredakan yang sementara memanggil yang abadi di antara langit bumi di antara manusia tuhan berbaur menyatu campur aduk tanpa sekat tanpa garis batas tanpa apapun di spasi ini hanya syahwat menyentuh di antara cumbuan malaikat di antara mata mengadah menyaksikan sebuah genesis berupa awalan riwayat melahirkan generasi perbarui tirani yang telah usang yang sudah kering gairah yang sudah lawas kehabisan hasrat menguras moral dilibas norma yang sudah siap mati di spasi ini di tempat ini di ruangan ini takdir terjerembab tak sadarkan diri diselimuti ekstasi lekat di antara urat nadi menjerit di antara kejutan tiap fusi setiap benturan kilatan setiap dentuman bunyi gaduh terus memekik setiap emosi berseteru membela apa yang benar di antara mana yang salah mana yang benar di spasi ini jawaban berlalu mempertanyakan janji menagih tenggat untuk menghabisi sakitmu dengan selosong peluru di antara pelipis kepalamu menyapa timah panas dingin badanmu memompa darahmu di antara gejolak adrenalinmu memicu halusinasimu mendambakan kemerdekaanmu merindukan kebebasanmu di spasi ini kehampaan penuhi ruangan sempit ini seperti phobia terselubung menyembunyikan euforia yang tersesat di jalan mereka-reka distopia yang kehilangan arah mengelu-elukan sang fasik kemudian meronta-ronta bimbang di antara realita yang kian mengaburkan yang nyata menjadi yang fiksi menggantikan yang ngawur menguburkan kebenaran yang kian tumpul lalu terkikis menuntun setiap insan menikam rabun di antara pucuk kalimat ucapan kebohongan diperdaya kejujuran terkulai tak sanggup berdiri lagi di spasi ini di ruangan ini di antara warna-warni menorehkan lika-liku dimensi yang sarat visi misi lagu cinta selamanya mengiringi lirih membelenggu setiap lirik menaungi impuls yang pupus terlampau beku tak punya tujuan tak sistematis tak ada struktur tak mampu menahan luapan sukacita rasa gamang meledak di antara kisruh konstruksi penuh motif ekstraterestrial overdosis surgawi di otakmu di kedua matamu di batang hidungmu di simpul senyummu di dekapan tanganmu di asam lambungmu di denyut jantungmu di lubuk hatimu di setiap organmu di setiap nyawamu di setiap hidup matimu di spasi ini di antara jarak jeda yang timbul tenggelam makna kosong terlahir kembali









